Perusahaan FIF Masih Alami Kenaikan Angka Pembiayaan Meski Penjualan Motor Sedang Menurun
Ditengah merosotnya angka penjualan sepeda motor, PT Federal International Finance menjadi perusahaan pembiayaan yg konsentrasi pada segmen itu masih sukses membukukan perkembangan pembiayaan.
Direktur Keuangan PT Federal International Finance (FIF Kelompok) Hendry Christian Wong menyampaikan s/d Oktober 2016 tempo hari pembiayaan yg disalurkan udah meraih Rp26, 8 triliun. Realisasi itu tumbuh 13, 5% andaikan ketimbang penyaluran pembiayaan pada periode yg sama th. waktu lalu. Baca juga asuransi kendaraan bca .
“Ada sedikit kenaikan pada angka perkembangan pembiayaan bln. ini andaikan ketimbang bln. selanjutnya, akan tetapi tak berarti selisihnya, ” kata Hendry, Senin.
Menurut dia, perusahaan masih dapat membukukan perkembangan walaupun angka penjualan sepeda motor masihlah memberikan mode penurunan lantaran didorong oleh factor pelebaran jaringan serta market share.
Tidak hanya itu, perseroan juga mengusahakan menambah interaksi baik serta komitmen terhadap diler-diler sepeda motor yg jadi partner FIF dan asuransi kendaraan fif . Dia memaparkan, siasat itu akan juga masih ditempatkan perusahaan utk tingkatkan penyaluran pembiayaan sampai akhir th. ini.
“Kurang lebih masihlah bakal begitu strateginya, serta kami masihlah optmistis obyek pembiayaan selama th. ini dapat terwujud, ” pungkasnya.
Selama 2016 tempo hari, FIF Kelompok membidik perkembangan pembiayaan sebesar 10% atau jadi Rp 31, 6 triliun. Pada th. selanjutnya, keseluruhan pembiayaan yg disalurkan meraih Rp 28, 8 triliun.
Disamping itu, Presiden Direktur FIF Kelompok Suhartono mengatakan pada 2017 ini perseroan membidik perkembangan pembiayaan sebesar 10% dari realisasi th. terlebih dahulu. Dengan obyek perkembangan 10%, jadi penyaluran pembiayaan di th. depan di perkirakan dapat meraih nyaris Rp 35 triliun. Baca disini cara klaim asuransi cimb .
Utk meraih obyek itu, perusahaan pembiayaan yg konsentrasi menyalurkan pembiayaan pada segmen kendaraan roda dua ini harapkan pada penambahan harga komoditas yg mampu mengakibatkan penambahan daya beli warga di daerah-daerah penghasil komoditas seperti Sumatera serta Kalimantan.