Ameba Ownd

アプリで簡単、無料ホームページ作成

Ausima Yagi Ownd Website

Cairkan BPJSTK Bisa di BTN

2017.10.14 09:17

BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) untuk memperluas service Service Point Office (SPO).

Terlebih dulu BPJS Ketenagakerjaan mengandeng Bank BRI serta Bank BNI.

Kesepakatan Hubungan kerja (PKS) pada BPJS Ketenagakerjaan dengan Bank BTN di tandatangani segera oleh Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto serta Dirut Bank BTN Maryono, di Menara Jamsostek, Jakarta, Kamis (19/5).

Baca Ini : cara klaim jamsostek

" Jumlah keinginan klaim JHT (pencairan jaminan hari tua) bertambah penting, Hubungan kerja ini juga akan begitu menolong mengurai antrian panjang di kantor cabang kami, jadi peserta dapat datang ke bank yang sudah bekerja bersama, ” tutur Agus Susanto.

Seperti di ketahui, efek dari implementasi PP No 46 Th. 2015 mengenai Penyelenggaraan Jaminan Hari Tua yang disusul lalu dengan revisi atas ketentuan itu lewat PP 60 Th. 2015, jumlah keinginan klaim JHT melonjak dengan penting yang menyebabkan segera pada jumlah antrian di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan.

Dikatakannya, hubungan kerja yang dikerjakan mencakup pemberian info tentang BPJS Ketenagakerjaan, pendaftaran peserta baru, perekaman data pendaftaran perusahaan sampai perekaman data tenaga kerja serta keluarganya, penerimaan pembayaran iuran pertama serta iuran bulanan peserta BPJS Ketenagakerjaan, penerimaan berkas klaim dana JHT peserta s/d membayarkan klaim JHT peserta.

Dengan terdapatnya hubungan kerja dengan BTN, peserta atau calon peserta tidaklah perlu datang ke kantor BPJS TK, tetapi dapat datang ke kantor cabang bank untuk memperoleh layanan-layanan itu.

Lihat Juga : premi asuransi mobil all risk

Menurut dia, tingkat kesadaran pekerja serta perusahaan mengenai jaminan social masih tetap butuh selalu ditingkatkan.

“Pekerja di Indonesia beberapa besar lihat slip upah cuma lihat angka yang diterimanya. Walau sebenarnya ada komponen upah yang masuk ke social security. Bila seperti di Singapura, upah karyawan cuma 64 % yang di terima, bekasnya social security, serta pekerja mengecek betul-betul mengenai itu, karna bila tidak dibayarkan, itu juga akan berlangsung kerugian begitu besar, ” katanya.