Pdf struktur sel
Intl sel nukleus Inti dalam keadaan tidak membelah bentuknya bulat atau jorong, kadang-kadang berlekuk. Plastlda Plastida adalah organel yang karakteristik pada sel tumbuhan, mempunyai struktur dan fungsi yang khusus, berasal dan proplastida.
Plastida mempunyai bentuk, ukuran serta pigmentasi yang bermacam-macam. Tumbuhan tingkat rendah mungkin tidak dijumpai adanya plastida, atau hanya terdapat 1 atau 2 plastida di dalam satu sel.
Secara ultrastruktural plastida mempunyai selaput di bagian terluar, kadang-kadang mempunyai membran rangkap. Berdasar ada tidaknya zat wama di dalamnya, plastida dibedakan menjadi: a. Leukoplas mempunyai fungsi : 1. Membentuk substansi yang berlemak elaioplas Gambar 1. Mitokondria Mitokondria adalah organel yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya pada sel hidup yang diwarnai dengan Janus Green B. Mempunyai selaput rangkap, diameter 0,5 um, dan panjangnya lebih dan 6 um.
Selaput dalam mengalami percabangan atau melipat-lipat ke arah dalam. Lipatan ini disebut kristae. Bagian-bagian sel yang bersifat mati Komponen non-protoplasmik dapat bersifat padat maupun cair, terdapat di dalam sitoplasma, vakuola. Bahan-bahan tersebut dikenal sebagai substansi ergastik. Substansi ergastik yang bersifat padat a. Substansi ergastik pada sel tumbuhan c. Butir aleuron, merupakan badan-badan protein yang terdapat di dalam sel endosperm, misalnya pada jarak Ricinus communis , jagung Zea mays , dan padi Oriza sativa.
Pada biji jagung lapisan aleuron terdapat pada sel- sel bagian terluar endosperm dan merupakan lapisan aleuron. Substansi ergastik yang bersifat cair a. Cairan sel, terdapat di dalam vakuola sel. Zat-zat yang terdapat di dalam cairan sel adalah : a. Lemak dan minyak lemak, misalnya poada kacang tanah Arachis hypogea dan kelapa Cocos nucfera c. Minyak atsiri, di dalam sel tumbuhan minyak atsiri berupa tetestetes misalnya pada akar rimpang jahe, pada kulit buah jeruk Citrus sp.
Damar, terdapat pada tumbuhan Coniferophyta, misalnya Pinus. Berbagai macam bentuk kristal kalsium oksalat 1. Substansi ergastik yang terdapat di dalam plastida Substansi ergastik yang terdapat di dalam plastida dapat berupa kristal ataupun amilium, tetapi yang umum adalah amilum. Substansi yang berbetuk kristal terdapat di dalam kromoplas sedang kristaloid protein tedapat di dalam semua plastida.
Amilum merupakan polisakarida terdapat di dalam kioroplas atau leukoplas. Apabila terdapat di dalam kioroplas amilum merupakan hasil fotosintesis sedang apabila terdapat di dalam leukoplas merupakan tepung cadangan. Berdasarkan letak hilus dibedakan a. Amilum sentris apabila hilus terdapat di tengah amilum dan b. Eksentrik apabila hilus terdapat di tepi. Berdasarkan jumlah hilus, tipe amilum dibedakan menjadi amihim tunggal, majemuk dan setengah majemuk.
Dinding sel 1. Struktur dan fungsi dinding sel Dinding sel merupakan bagian sel yang bersifat mati. Dinding sel menentukan bentuk sel serta tekstur jaringan, berfungsi sebagai penguat dan melindungi protoplas. Dinding sel ditemukan lebih dulu dan protoplas. Dinding sel pada tumbuhan mempunyai tebal yang bermacam-macam tergantung pada umur dan tipe sel. Pada umumnya sel muda berdindmg tipis dan sel dewasa berdinding tebal. Kadang beberapa sel dindingnya tidak mengalami penebalan sampai sel berhenti tumbuh.
Dinding sel mempunyai struktun yang kompleks, dan berdasarkan perkembangan serta struktunnya dibedakan menjadi 3 bagian pokok, yaitu lamela tengah substansi antar sel , dinding primer dan dinding sekunder. Semua sel mempunyai lamela tengah dan dinding primer, sedangkan adanya dinding sekunder hanya pada sel-sel tertentu.
Lamela tengah terdapat di antara dinding primer 2 sel yang berdakatan, terutama tersusun dan air dan pektin. Zat pektin ini memungkinkan gerakan- gerakan antar sel dan penyesuaian yang diperlukan sebelum sel-sel dapat mencapai bentuk dewasa. Pada jaringan yang berkayu lamela tengah mengandung lignin.
Lamela tengah juga berfungsi sebagai perekat antar sel satu dengan sel lainnya. Penebalan dinding sel Dinding primer merupakan dinding pertama yang dibentuk oleh sel baru. Dinding primer mengandung selulosa, hemiselulosa dan pektin.
Sel yang sedang membelah dan sel-sel meristematik mempunyai dinding sel yang bersifat primer. Dinding sekunder dibentuk di sebelah dalam permukaan dinding primer. Dinding sekunder terutama tersusun oleh selulosa atau campuran selulosa dengan hemiselulosa. Plastida Merupakan organel yang umumnya berisi pigmen. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya : 1.
Karotin kuning 2. Fikodanin biru 3. Fikosantin kuning 4. Fikoeritrin merah Vakuola Merupakan rongga yang terbentuk di dalam sel, dan dibatasi membran yang disebut tonoplas. Pada beberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil.
Pada tumbuhan vakuola berukuran sangat besar dan umumnya termodifikasi. Fungsi : berisi alkaloid, pigmen anthosianin, tempat penimbunan sisa metabolisme, ataupun tempat penyimpanan zat makanan. Pada sel hewan vakuolanya kecil atau tidak ada, kecuali hewan bersel satu.
Pada hewan bersel satu terdapat dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan yang berfungsi dalam pencernaan intrasel dan vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai osmoregulator. Mikrotubulus Berbentuk benang silindris, dan kaku. Fungsi : melindungi dan memberi bentuk sel dan berperan dalam pembentukan sentriol, silia, maupun flagela. Mikrofilamen Mikrofilamen mirip seperti mikrotubulus, tetapi diameternya lebih kecil.
Bahan yang membentuk mikrofilamen adalah aktin dan miosin seperti yang terdapat pada otot. Fungsi : berperan dalam proses pergerakan sel, endositosis, dan eksositosis. Peroksisom Badan Mikro Merupakan kantong kecil yang berisi enzim katalase, organel ini banyak ditemui pada sel hati. Fungsi : menguraikan peroksida H2O2 yang merupakan sisa metabolisme yang bersifat toksik menjadi air dan oksigen.
Glioksisom adalah badan mikro pada tumbuhan, berperan dalam proses pengubahan senyawa lemak menjadi sukrosa.
Inti Sel Nukleus Organel yang mengatur semua kegiatan dalam sel. Fungsi : mengatur semua aktivitas kegiatan sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein. Selain itu sel juga melakukan pergerakan-pergerakan zat yang disebut transportasi zat.
Terima kasih atas kunjungan Anda. Nah, bagaimana cara menguji kandu Jaringan Otot Pada Manusia dan Hewan Jaringan otot tersusun atas miofibril yang mengakibatkan otot mampu berkontraksi. Fungsi jaringan otot adalah untuk melakukan berbagai gerakan pada tubuh. Otot dibedaka Menjelaskan Pengertian dan Proses Fotosintesis Tumbuhan Fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan merupakan penghasil oksigen utama di bumi, jadi jangan heran jika tumbuhan dikatakan sebagai paru-paru bumi.
Sepatutnya kita b Pembahasan Tentang Rangka Manusia Apa yang menyebabkan tulang bisa berdiri, bisa berlari, duduk, dan aktivitas-aktivitas lainnya? Ya tentu saja karena adanya sistem gerak pada manusia yang terdiri atas Jaringan Epidermis Tumbuhan Jaringan Epidermis merupakan jaringan yang berada pada lapisan paling luar yang memiliki fungsi sebagai tameng atau pelindung jaringan dan organ di dalamnya.
Makalah Bio sel By arlita amalia. Download PDF.