Mengatasi serangan virus tungro pada tanaman padi
Perkembangn Tungro. Selanjutnya generasi yang menginfestasi tanaman muda disebut G0, generasi berikutnya generasi G1 dan seterusnya. Puncak kepadatan populasi tertinggi lebih sering terjadi pada pertengahan fase pertumbuhan tanaman. Gambar 4. Meskipun kepadatan populasi vektor di lapangan umumnya rendah, tetapi karena kemampuan vektor untuk menyebar relatif tinggi, maka apabila terdapat sumber infeksi, penyakit tungro dapat cepat meluas terutama pada pola tanam padi yang tidak serempak.
Pengendalian penyakit. Pada prinsipnya penyakit tungro tidak dapat dikendalikan secara langsung artinya, tanaman yang telah terserang tidak dapat disembuhkan. Pengendalian bertujuan untuk mencegah dan meluasnya serangan serta menekan populasi wereng hijau yang menularkan penyakit.
Mengingat banyaknya faktor yang berpengaruh pada terjadinya serangan dan intensitas serangan, serta untuk mencapai efektivitas dan efisiensi, upaya pengedalian harus dilakukan secara terpadu yang meliputi :. Waktu tanam tepat. Waktu tanam harus disesuaikan dengan pola fluktuasi populasi wereng hijau yang sering terjadi pada bulan-bulan tertentu. Waktu tanam diupayakan agar pada saat terjadinya puncak populasi, tanaman sudah memasuki fase generatif berumur 55 hari atau lebih.
Karena serangan yang terjadi setelah masuk fase tersebut tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Tanam serempak. Upaya menanam tepat waktu tidak efektif apabila tidak dilakukan secara serempak. Penanaman tidak serempak menjamin ketersediaan inang dalam rentang waktu yang panjang bagi perkembangan virus tungro, sedangkan bertanam serempak akan memutus siklus hidup wereng hijau dan keberadaan sumber inokulum.
Penularan tungro tidak akan terjadi apabila tidak tersedia sumber inokulum walaupun ditemukan wereng hijau, sebaliknya walaupun populasi wereng hijau rendah akan terjadi penularan apabila tersedia sumber inokulum. Menanam varietas tahan. Menanam varietas tahan merupakan komponen penting dalam pengendalian penyakit tungro. Varietas tahan artinya mampu mempertahankan diri dari infeksi virus dan atau penularan virus oleh wereng hijau.
Walaupun terserang, varietas tahan tidak menunjukkan kerusakan fatal, sehingga dapat menghasilkan secara normal. Sejumlah varietas Inpari yang baru dilepas juga dinyatakan tahan tungro. Memusnahkan eradikasi tanaman terserang. Memusnahkan tanaman terserang merupakan tindakan yang harus dilakukan untuk menghilangkan sumber inokulum sehingga tidak tersedia sumber penularan.
Eradikasi harus dilakukan sesegera mungkin setelah ada gejala serangan dengan cara mencabut seluruh tanaman sakit kemudian dibenamkan dalam tanah atau dibakar. Pada umumnya petani tidak bersedia melakukan eradikasi karena mengira penyakit bisa disembuhkan dan kurang memahami proses penularan penyakit.
Untuk efektifitas upaya pengendlian, eradikasi mesti dilakukan diseluruh areal dengan tanaman terinfeksi, eradikasi yang tidak menyeluruh berarti menyisakan sumber inokulum.
Pemupukan N yang tepat. Pemupukan N berlebihan menyebab-kan tanaman menjadi lemah, mudah terserang wereng hijau sehingga memudahkan terjadi inveksi tungro, karena itu penggunaan pupuk N harus berdasarkan pengamatan dengan Bagan Warna Daun BWD untuk mengetahui waktu pemupukan yang paling tepat. Dengan BWD, pemberian pupuk N secara berangsur-angsur sesuai kebutuhan tanaman sehingga tanaman tidak akan menyerap N secara berlebihan. Penggunaan pestisida.
Penggunaan pestisida dalam mengendalikan tungro bertujuan untuk eradikasi wereng hijau pada pertanaman yang telah tertular tungro agar tidak menyebar ke pertanaman lain dan mencegah terjadinya infeksi virus pada tanaman sehat. Penggunaan insektisida sistemik butiran carbofuran lebih efektif mencegah penularan tungro. Hal tersebut dapat mengancam menurunnya produksi padi. Tungro adalah penyakit virus pada padi yang biasanya terjadi pada fase pertumbuhan vegetatif dan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan berkurangnya jumlah anakan.
Pelepah dan helaian daun memendek dan daun yang terserang berwarna kuning sampai kuning-oranye. Bintara Pembina Desa Babinsa Cikaroya, Sertu Sukirno mengatakan, hama yang menyerang lebih banyak jenis tungro dan terdapat pula wereng hijau.
Diakui Murniati, Kabupaten Batola memang endemis penyakit Tungro. Dalam satu kawasasan padi, paling hanya beberapa meter yang terkena serangan tunggro. Murniati menegaskan untuk mengendalikan serangan tungro perlu peran serta petani untuk monitor pertanaman padi sejak persemaian khususnya dari lacakan agar penyakit dapat dikendalikan dengan jalan mencabut tanaman di lacakan agar jangan ditanam.
Dari luasan hektar ini hanya terserang tunggro, bukan puso sehingga masih bisa panen. Untuk luas tanam pertanian di Batola itu ribu hektar lebih. Google News.