Ameba Ownd

アプリで簡単、無料ホームページ作成

Ausima Yagi Ownd Website

Gunakan Busi Resistor Jika Mesin Mobil Anda Sudah Menggunakan ECU

2017.11.06 04:34


Perubahan kendaraan sekarang ini tunjukkan ke arah serba elektronik. Pengemudi jadi begitu dimanjakan dengan system yang serba terkomputerisasi di kendaraan yang dapat menghidangkan bermacam feature bergengsi dengan semua keunggulannya.

Baca ini : cara mencari bep

Kendaraan yang telah diperlengkapi dengan on-board unit mesti mempunyai daya kelistrikan yang stabil supaya tidak berlangsung lonjakan gelombang elektromagnetik yang bisa mengakibatkan rusaknya pada on board unit itu.

Diko Oktaviano, Technical Dukungan PT NGK Busi Indonesia menyebutkan, PT NGK Busi Indonesia telah lama buat busi dengan tehnologi anti lonjakan gelombang elektromagnet lewat hadirnya busi resistor dengan ciri kode “R” di bagian insulatornya.

“Banyak yang berasumsi kalau kode “R” pada busi NGK yaitu kode untuk busi racing. Walau sebenarnya persepsi itu tidak pas.

NGK begitu mereferensikan pemakaian busi resistor untuk pemakaian kendaraan yang telah terpasang on-board unit atau sistem ECU pada mesinnya. ” tutur Diko.

Resistor sebesar 5K ohm ditanam pada badan busi yang bisa kurangi daya hantar gelombang elektromagnet yang juga akan memengaruhi kerja kendaraan dengan utuh.

Pemakaian busi non-resistor pada kendaraan yang telah diperlengkapi on-board unit juga akan mengakibatkan rusaknya engine yang bisa memengaruhi kemampuan mesin jadi tidak langsam (erratic idle), tenaga menyusut (power drop off) serta lambat pada RPM tinggi (high-rpm misfire).

Lihat juga : tabel resistor

Busi resistor bisa pula dipakai oleh kendaraan yang belum juga diperlengkapi dengan on-board unit.

Tetapi demikian sebaliknya berlangsung bila kendaraan yang telah diperlengkapi dengan on-board unit memakai busi non-resistor jadi persoalan yang di atas bisa berlangsung.